Thursday, February 28, 2013

FOTO: Audiensi Perpisahan Benediktus XVI


FOTO: Audiensi Perpisahan Benediktus XVI
FOTO: Audiensi Perpisahan Benediktus XVI

ROMA, KOMPAS.com Paus Benediktus XVI telah menyampaikan pesan terakhirnya di hadapan puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus dalam audiensi publik terakhirnya, Rabu (27/2), sebelum mengundurkan diri, Kamis ini.

Paus mengatakan bahwa dia merasakan Tuhan bersamanya setiap hari dalam kepemimpinannya dan mengalami kegembiraan, juga masa-masa yang sulit. Paus menambahkan dia menyadari keseriusan dari pengunduran dirinya, tetapi tetap memutuskannya karena keyakinannya atas Tuhan dan Gereja.

Paus Benediktus merupakan paus pertama yang mengundurkan diri sejak pengunduran diri Paus Gregory XII tahun 1415. Vatikan mengatakan, penggantinya diharapkan sudah terpilih sebelum perayaan Paskah, akhir Maret mendatang. 


"Kurikulum Baru Bukan Bertujuan Cetak Generasi Tukang"
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa Kurikulum 2013 tidak akan berdampak pada terciptanya generasi tukang. Kurikulum baru justru disusun untuk menjawab masalah gersangnya budaya dewasa ini.

"Kurikulum 2013 justru didesain untuk mengatasi kegersangan budaya. Akibat kegersangan budaya ini makin banyak yang perilakunya tak berbudaya," kata Nuh di Jakarta, Kamis (28/2/2013).

"Jauh dari hanya mencetak tukang saja. Tapi bukan berarti anak-anak yang unggul dalam technical skill tidak dibutuhkan," ungkap Nuh.

Beberapa waktu lalu, desain kurikulum 2013 dikritik oleh seorang pakar pendidikan dari Institut Teknologi Sepuluh November yang menyebutkan kurikulum baru hanya akan mencetak generasi tukang. Nuh sebagai pimpinan lembaga yang menggagas kurikulum baru membantahnya.

Nuh menduga, asumsi tersebut muncul karena salah persepsi pada landasan desain kurikulum baru ini. Pasalnya, selama ini kementerian selalu menyebutkan bahwa kurikulum baru ini berlandaskan pada pengembangan skill.

"Padahal tidak hanya pengembangan skill. Ada tiga yang tidak boleh lepas. Pengembangan skill, attitude dan knowledge. Itu harus bersamaan," ungkapnya.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mengatakan bahwa desain kurikulum ini tidak hanya menekankan pada aspek ilmiah saja. Justru kurikulum baru ini akan lebih kaya dengan nilai-nilai seni budaya dan moral.

Salah satu langkah yang diambil adalah menambah durasi mata pelajaran seni budaya dan memberi ruang bagi daerah untuk memasukkan mata pelajaran yang sesuai dengan tradisi kedaerahannya dalam muatan lokal.